Terdapat banyak manfaat cuci hidung dengan larutan salin pada penderita rhinitis alergi, salah satunya adalah mengurangi lendir lubang hidung. Selain itu, juga dapat menggeluarkan kotoran seperti serbuk sari dan debu yang dapat menjadi faktor pemicu alergi. Cuci hidung dengan larutan salin juga dapat menunrunkan terjadinya perandangan dan meningkatkan fungsi mukosiliar di hidung. Silia adalah rambut-rambut kecil yang ada di dalam hidung dan ini berfungsi untuk membersihkan sinus dan melindungi hidung dari kuman. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenal baik prosedur cuci hidung dan cara membuat larutan salin.

Untuk membuat larutan salin sendiri di rumah, siapkan 1 gelas bening dan isi dengan air. Pastikan air sudah di masak dan sudah tidak panas. Setelah itu, masukkan 1 sendok teh soda kue dan 1-1,5 sendok teh garam ke dalam gelas bening yang berisi air. Campuran ini dapat disimpan di suhu ruangan selama 1 minggu. Larutan salin yang sudah jadi juga dapat di beli di apotik/toko obat.

Cara menggunakan neti pot (teko cuci hidung)

Prosedur cuci hidung dengan larutan salin dapat menggunakan spuit, squeeze bottle atau neti pot (teko khusus cuci hidung). Jika menggunakan spuit, tuangkan larutan salin di mangkuk bersih. Jika menggunakan squeeze bottle atau neti pot, larutan salin dapat dituang langsung kedalamnya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Tundukkan kepala mengarah ke basin (wastafel), kemudian putar kepala ke kanan sehingga lubang hidung yang kanan diatas yang kiri.
  2. Letakkan ujung spuit kedalam lubang hidung yang kanan dan masukan larutan salin kedalam lubang hidung dengan cara menekan spuit. Dapat dirasakan bahwa larutan salin yang disemprotkan di dalam hidung kanan akan keluar dari lubang hidung kiri. Pastikan anda bernapas melalui mulut jangan lewat hidung.
  3. Setelah larutan air sudah disemprotkan kedalam semua, hembuskan napas melalui hidung dengan perlahan.
  4. Ulangkan prosedur yang sama pada lubang hidung yang kiri.
  5. Bersihkan alat (spuit, squeeze bottle atau neti pot) yang digunakan setelah setiap pemakaian.

Salam sehat bermanfaat

Patricia S.Ked

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi:

  1. University of Wisconsin School of Medicine and Public Health. University of Wisconsin Department of Family Medicine Nasal Irrigation Instructions. Fam Med. :1–2.
  2. Principi N, Esposito S. Nasal irrigation: An imprecisely defined medical procedure. Int J Environ Res Public Health. 2017;14(5).
  3. Succar, E. F., Turner, J. H., & Chandra, R. K. (2019). Nasal saline irrigation: a clinical update. International Forum of Allergy & Rhinology, 9(S1), S4–S8. doi:10.1002/alr.22330