Apa itu alergi?

Alergi merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menghasilkan reaksi yang berlebihan terhadap alergen (zat, substansi, atau bahan) yang terdapat di lingkungan sekitar dan berperan sebagai pencetus alergi, seperti pollen, debu, atau makanan.1 Secara global sekitar 10%-30% populasi memiliki penyakit alergi. Reaksi alergi yang dihasilkan oleh tubuh bervariasi dapat berupa gejala pernapasan yang berulang dan menetap, rasa gatal dan kemerahan pada kulit, hidung tersumbat, bersin, mata dan hidung berair, hingga bisa menyebabkan suatu reaksi yang disebut ‘reaksi anafilaksis’ yang dapat mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat.2

Beberapa contoh pemeriksaan untuk menilai pencetus alergi

Bagaimana cara evaluasi pencetus alergi?

Terdapat beberapa tipe modalitas pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk menentukan alergen yang dicurigai menyebabkan reaksi alergi. Prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:2,3

  1. Tes tusuk kulit (skin prick test) merupakan jenis pemeriksaan yang paling baik dan umum dilakukan untuk seseorang yang berpotensi memiliki alergi. Prosedur ini dilakukan dengan memberi tusukan dengan jarum tipis pada punggung atau lengan seseorang. Tusukan tersebut berisi sejumlah larutan campuran antara cairan dan alergen yang berbeda (10-12 tetes), kemudian reaksi alergi umumnya terlihat dalam 15-20 menit. Jika hasil positif, akan terlihat kemerahan dan/atau pembengkakan pada daerah tusukan. 2-4
  2. Tes kulit intradermal (intradermal skin test) merupakan jenis pemeriksaan alternatif apabila hasil tes tusuk negatif dan pemeriksaan ini bersifat lebih sensitif. Tes ini serupa dengan tes tusuk kulit, namun dilakukan dengan menyuntikkan alergen pada kulit.
  3. Tes tempel (patch test) adalah jenis pemeriksaan spesifik untuk mendeteksi alergen penyebab dari iritasi kulit pada dermatitis kontak. Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan pada punggung selama 48 jam. Jika hasil positif, akan terlihat kemerahan dan/atau pembengkakan pada daerah penempelan patch.
  4. Pemeriksaan serum IgE (Imunoglobulin E) dilakukan melalui pengambilan darah untuk menilai kadar IgE dalam darah. Hasil akan meningkat apabila tubuh sedang mengalami reaksi alergi, baik terhadap alergen hirup, makanan, dan lain-lain.2,3
  5. Tantangan makanan oral adalah suatu jenis pemeriksaan yang dilakukan secara mandiri dengan mengonsumsi makanan yang dicurigai sebagai alergen dimulai dengan jumlah yang perlahan-lahan dan dinilai apakah terdapat suatu gejala dari reaksi alergi yang kemungkinan muncul saat mengonsumsi makanan tersebut.5
  6. Eliminasi provokasi makanan juga termasuk sebagai jenis pemeriksaan dan penilaian yang dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang relatif aman dan menghindari beberapa makanan yang dicurigai sebagai alergen selama 3 minggu.5

Evaluasi pencetus alergi membutuhkan pendekatan klinis yang meliputi riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik yang dapat mengarahkan kebutuhan untuk melakukan pilihan dari berbagai jenis pemeriksaan alergi yang membantu untuk menentukan diagnosa dan tatalaksana yang tepat.3

Diskusi lanjut dengan Dokter Imun

Untuk informasi lebih lanjut, bisa komentar dan bertanya di kolom diskusi dibawah ini, atau isi form kontak untuk berdiskusi via email kepada Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI secara langsung. Follow akun twitter saya di @dokterimun_id, Instagram di @dokterimun.id atau facebook page di Dokter Imun untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi tentang masalah autoimun, alergi, asma, HIV-AIDS dan vaksinasi dewasa. Jangan lupa juga dengarkan podcast Bina Imun untuk mendengarkan rekaman terkini membahas mengenai imunitas, bisa didengarkan di Spotify, Apple Podcast dan Google Podcast.

Salam sehat bermanfaat,

Dwi Wahyu Wulandari, S. Ked; Rashmeeta, S. Ked

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi:

  1. Tourlas K. Allergy Testing. Prim Care Clin Off Pract [Internet]. 2016;43(3):363–74. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.pop.2016.04.001
  2. Chang K, Guarderas JC. Allergy Testing : Common Questions and Answers. 2018;98(1):34–9.
  3. Platt MP, Wulu JA. Rational Approach to Allergy Testing. Otolaryngol Clin North Am. 2017;50(6):1103–10.
  4. Allergy Testing [Internet]. 2018. Available from: https://acaai.org/allergies/allergy-treatment/allergy-testing 5.         Gupta M, Cox A, Nowak-Węgrzyn A, Wang J. Diagnosis of Food Allergy. Immunol Allergy Clin North Am. 2018;38(1):39–52.