Vaskulitis adalah kondisi dimana sistem imun melihat pembuluh darah sebagai benda asing dan menyerangnya. Kondisi ini dapat terjadi dengan sendirinya atau bersamaan dengan penyakit autoimun lainnya seperti reumatoid artritis, lupusatau sindroma sjorgen.1 Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk faktor lingkungan yang mencakup diet dan nutrisi.2 Terapi vaskulitis bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan dengan cara mengurangi inflamasi pada pembuluh darah yang mengalami kondisi ini.1 Di sini peran dari diet sehat dengan cara meningkatkan makanan anti-inflamasi dan mengurangi makanan yang meningkatkan kondisi inflamasi pada tubuh.3 

Diet anti-inflamasi mengandung buah dan sayuran dalam jumlah yang lebih banyak. Sayur dan buah-buahan memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas dan meningkatkan pertahanan antioksidan dalam tubuh. Sayur dan buah-buahan sebaiknya mencakup 2/3 volume makanan dengan komposisi sayuran yang lebih banyak. Sayuran yang dipilih sebaiknya yang bermacam warna seperti brokoli, kacang hijau, aspargus, bit, kubis, dan lain-lain.4 

Protein yang dipilih sebaiknya lebih banyak protein nabati seperti pada edamame, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan jamur. Apabila ingin mengonsumsi protein hewani, maka sebaiknya mengonsumsi ikan yang mengandung kadar omega-3 yang tinggi seperti salmon dan sarden. Selain itu dapat juga mengonsumsi daging rendah lemak lainnya terutama yang juga memiliki kadar omega-3 yang tinggi. Cara memasak daging juga dapat berpengaruh. Daging yang dimasak pada suhu tinggi juga bersifat meningkatkan inflamasi.5 

Walaupun sumber karbohidrat terutama berasal dari sayur dan buah-buahan, tipe karbohidrat lainnya juga dapat dikonsumsi seperti pada jelai, gandum, dan soba. Dalam memilih biji-bijian ini sebaiknya jangan yang sudah diproses melalui peremukan karena memiliki indeks glikemik yang tinggi. Selain itu biji-bijian ini tinggi akan serat yang juga dapat mengurangi respons inflamasi.5 

Diet ini juga menekankan pada lemak yang bersifat anti-inflamasi berupa omega-3. Lemak ini dapat berasal dari sumber makanan atau berupa suplementasi. Sumber makanan yang tinggi omega-3 dan juga merupakan sumber protein adalah ikan salmon, sarden, dan teri. Omega-3 ini juga dapat berasal dari suplemen berupa minyak ikan. Lemak ini juga dapat berasal dari tumbuhan seperti biji flax, chia, kenari, dan rami. Dalam membuat makanan sebaiknya menggunakan minyak zaitun pada suhu rendah. Hindari minyak lainnya seperti minyak kacang, jagung, dan kedelai.5 

Mengonsumsi teh daripada kopi atau minuman dengan kadar gula yang tinggi juga diketahui bermanfaat. Teh memiliki efek anti-inflamasi yang baik, dengan teh hijau dan putih memiliki efek yang paling tinggi. Beberapa rempah dan tumbuhan lainnya juga memiliki efek anti-inflamasi yang baik untuk dikonsumsi seperti pada jahe dan kunyit. Selain itu bawang, oregano, dan cabai juga memiliki efek anti-inflamasi yang baik.5 

Cara makan juga penting untuk diperhatikan. Sebaiknya makan dengan pelan dan jumlah yang lebih sedikit tetapi lebih sering juga dapat mengurangi inflamasi pada tubuh. Porsi yang lebih kecil ini juga dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes dan obesitas yang dapat menyebabkan inflamasi sistemik.5 

Salam sehat bermanfaat, 

Jeremy Lewis Surya Tiro, S. Ked; Rashmeeta, S. Ked 

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI 

Referensi 

1.  Okazaki T, Shinagawa S, Mikage H. Vasculitis syndrome-diagnosis and therapy. J Gen Fam Med. 2017 Apr;18(2):72–8.  

2.  Manzel A, Muller DN, Hafler DA, Erdman SE, Linker RA, Kleinewietfeld M. Role of “Western Diet” in Inflammatory Autoimmune Diseases. Curr Allergy Asthma Rep. 2014 Jan 15;14(1):404.  

3.  Nutrition & Diet Resources UK. Eating Well with Vasculitis. Nutr Diet Resour UK. 2013;1–9.  

4.  Sears B. Anti-inflammatory Diets. J Am Coll Nutr. 2015 Sep 15;34(sup1):14–21.  

5.  Ricker MA, Haas WC. Anti-inflammatory diet in clinical practice: A review. Nutr Clin Pract. 2017;32(3):318–25.