Psoriasis merupakan suatu penyakit inflamasi kulit kronik yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Penyakit ini sering terjadi berulang pada seseorang, namun tidak mengancam jiwa. Kekambuhan dapat dikendalikan dengan menghindari faktor – faktor pemicu. Psoriasis dapat terjadi di semua kalangan, mulai dari anak – anak hingga dewasa. Tingkat kekambuhan psoriasis mencapai 17–55%.1

Gejala psoriasis berupa penebalan kulit kemerahan yang bisa mengenai berbagai lokasi tubuh, mulai dari siku, telapak tangan, tubuh sampai kuku.

Gejala umum yang muncul pada psoriasis adalah bercak merah pada kulit, kulit yang tebal dan bersisik, gatal, kulit kering dan pecah – pecah. Berikut beberapa faktor pemicu yang dapat dihindari:

  • Losion yang mengandung alkohol, dimana alkohol sering kali digunakan untuk membuat losion terasa lebih ringan, namun membuat kulit menjadi lebih kering.
  • Produk yang mengandung sulfat, seperti sampo, sabun dan pasta gigi, dimana sulfat berfungsi dalam membantu produk tersebut berbusa. Sulfat dapat membuat iritasi pada kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif dan kondisi psoriasis.
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan. Targetkan sekitar 20 menit setiap kali dan ingatlah untuk selalu menggunakan tabir surya. Kulit terbakar dapat memicu gejala psoriasis, dan dapat meningkatkan risiko kanker kulit.2,3
  • Hindari mencukur atau waxing, karena dapat memperparah lesi atau bahkan menimbulkan lesi baru. Jika sangat diperlukan, sebisa mungkin menghindari wax panas atau dingin. Selain itu, hindari juga mencukur pada satu area secara terus menerus.
  • Hindari produk-produk yang dapat dengan mudah mengiritasi kulit seperti peeling, produk pemutih dan produk-produk kecantikan lainnya yang bersifat iritatif.
Menggunakan petroleum jelly segera setelah mandi pada saat tubuh masih lembab merupakan tips terbaik menjaga kelembaban di daerah kering.

Berikut beberapa tips untuk merawat kulit pada penderita psoriasis:

  • Mandi dengan air hangat (suam-suam kuku) dapat membantu meredakan rasa gatal pada kulit, juga mengangkat kulit kering. Jangan gunakan air panas karena dapat mengiritasi dan membuat kulit kering. Menurut American Academy of Dermatology Association, direkomendasikan untuk mandi berdurasi 5 menit dan dibawah 15 menit. Durasi mandi yang terlalu lama dapat merusak lapisan pelindung alamiah kulit.
  • Menggunakan pelembap kulit merupakan salah satu cara yang mudah dan efektif dalam mencegah iritasi kulit. Losion yang dapat digunakan seperti body butter atau petroleum jelly. Usapkan pelembap sesegera mungkin setelah mandi, pada saat kulit masih lembab, gunakan handuk secara ringan sehingga masih terdapat sedikit sisa air di kulit.
  • Hindai produk kulit berbahan wool, kasar, dan keras. Hal ini dapat membuat kulit terasa gatal dan dapat terjadi iritasi.
  • Berhenti merokok, karena kandungan nikotin dapat memperparah ruam merah di kulit.
  • Hindari stres, karena stres dapat memengaruhi sistem imun tubuh seseorang dan memperparah psoriasis.3

Perawatan kulit yang baik akan sangat membantu proses pengobatannya dan menjaga agar tidak terjadi perburukan pada kondisi kulit. Pengobatan psoriasis sendiri pada umumnya adalah obat kortikosteroid, dimana perlu untuk selalu berhati-hati dalam penggunaanya. Maka itu, untuk pengobatan kondisi ini, harus dikonsultasikan pada dokter spesialis agar pengobatan yang dilakukan dapat bekerja secara maksimal dan aman. Tentunya, perlu diingat untuk sebisa mungkin menghindari faktor-faktor pencetus yang dapat memperparah kondisi kulit, serta merawat kulit agar kulit tetap sehat.

Salam sehat bermanfaat,

Stevanie Budianto, S.Ked

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, K-AI

Referensi

  1. Jacoeb TNA. Psoriasis. Dalam: Sri Linuwih SW M. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Badan Penerbit FK UI; 2017. h213-221.
  2. Dinulos JGH. Psoriasis and other papulosquamous diseases. Dalam: Habif’s Clinical Dermatology. 7th ed. Elsevier; 2020. https://www.clinicalkey.com. Diakses pada 4 September 2020.
  3. Psoriasis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840. Diakses pada 4 September 2020.