Vaskulitis merupakan kondisi autoimun yang disebabkan oleh  peradangan pada pembuluh darah sehingga terjadi perubahan pada pembuluh darah, seperti penebalan, penyempitan, pelemahan, dan bekas luka yang rentan muncul. Kondisi tersebut dapat menganggu aliran darah dan menyebabkan kerusakan pada beberapa organ dan jaringan tubuh. Kondisi ini dapat dipicu oleh reaksi tubuh terhadap obat-obatan, infeksi, atau penyakit imun,1

Contoh hal-hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kesehatan kulit pada penderita vaskulitis.

Vaskulitis dapat terjadi pada semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Salah satu gejala vaskulitis yang dapat muncul sebagai manifestasi pada kulit, yaitu berupa kemerahan dengan ukuran yang bervariasi, umumnya seperti bercak merah akibat pelebaran pembuluh darah pada permukaan kulit yang dapat menyebabkan sensasi rasa sakit, panas, atau gatal.2 Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit pada kondisi vaskulitis yang berfokus pada gejala, antara lain:3

  1. Menghindari faktor pencetus yang dapat memperburuk kondisi dari vaskulitis, seperti obat-obatan, olahraga dan berdiri dalam jangka waktu lama, paparan udara dingin, menggunakan pakaian ketat, dan menghindari garukan apabila terdapat rasa gatal.
  2. Beristirahat dengan berbaring, memposisikan kaki yang mengalami vaskulitis lebih tinggi dari tubuh, dan penggunaan stoking untuk kompresi yang dapat menurunkan deposisi kompleks imun yang berhubungan dengan terhentinya aliran darah di suatu bagian tubuh terutama pada kaki, dan mempercepat kesembuhan dari luka. Prinsip Olahraga yang Aman dan Efektif untuk Penyintas Autoimun (AI)
  3. Melindungi kulit yang tipis, lemah, dan mudah iritasi dan mencegah cedera dengan menggunakan celana panjang berbahan seperti katun halus dan longgar yang berfungsi untuk menjaga agar kulit dalam keadaan hangat
  4. Menggunakan pelembab kulit merupakan salah satu cara yang mudah dan efektif dalam mengatasi kemerahan dan kering pada kulit. Pelembab yang dapat digunakan seperti petroleum jelly dan hindari pelembab yang mengandung bahan iritan, seperti alkohol. Tips Perawatan Kulit yang Baik Pada Penderita Psoriasis
  5. Apabila terdapat luka yang dalam, perawatan untuk luka harus dilakukan secara tepat untuk mencegah infeksi, perburukan kondisi, dan menjaga kesehatan kulit meliputi balutan luka lembab yang menggunakan perban.4
  6. Pilihlah makanan sehat dan seimbang yang dapat membantu mencegah potensi masalah yang dapat memperburuk kondisi vaskulitis. Peranan Pola Makan (Diet) dalam pengendalian Autoimun

Tatalaksana pada vaskulitis harus berdasarkan penyakit sistemik yang menyertai, umumnya apabila terdapat gejala pada kulit dapat sembuh dengan sendirinya, namun beberapa kondisi memerlukan obat kortikosteroid dan suplemen vitamin D, dimana harus hati-hati dalam penggunaannya dan membutuhkan perhatian khusus dari dokter spesialis agar tercapai pengobatan yang tepat, aman, dan maksimal. Maka itu, perlu diingat untuk sebisa mungkin menghindari faktor-faktor pencetus yang dapat memperparah kondisi kulit dan melindungi kulit agar tetap sehat. Bijak memilih suplemen bagi penyintas autoimun

Salam sehat bermanfaat,

Dwi Wahyu Wulandari, S.Ked

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi

1.        No RC. British Association of Dermatologists Scabies http://www.bad.org.uk/leaflets Registered Charity No. 258474. 2017;(258474):1–6. Available from: http://www.bad.org.uk/shared/get-file.ashx?id=127&itemtype=document

2.        Frumholtz L, Laurent-roussel S, Lipsker D, Terrier B. Cutaneous Vasculitis : Review on Diagnosis and Clinicopathologic Correlations. Clin Rev Allergy Immunol. 2020;

3.        Morita TCAB, Criado PR, Criado RFJ, Trés GFS, Sotto MN. Update on vasculitis: overview and relevant dermatological aspects for the clinical and histopathological diagnosis – Part II. An Bras Dermatol [Internet]. 2020;95(4):493–507. Available from: https://doi.org/10.1016/j.abd.2020.04.004

4.        Fujimoto M, Asano Y, Ishii T, Ogawa F, Kawakami T, Kodera M, et al. The wound/burn guidelines – 4: Guidelines for the management of skin ulcers associated with connective tissue disease/vasculitis. J Dermatol. 2016;43(7):729–57.