Sindroma Sjögren adalah penyakit autoimun yang bersifat berkepanjangan. Sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi dari kuman menyerang organ kelenjar yang berfungsi mempertahankan kelembapan, seperti kelenjar air mata maupun ludah. Peradangan atau inflamasi pada organ kelenjar tersebut akan memberi dampak seperti mata dan mulut kering, atau kering di bagian tubuh lain. Gejala lain bisa berupa nyeri sendi, ruam dan kemerahan di kulit, pembengkakan maupun kesulitan menelan1Sjögren cenderung terjadi karena genetik, lebih sering terjadi pada perempuan, usia di atas 40 tahun, atau dicetuskan oleh kondisi autoimun lainnya seperti lupus atau artritis rematoid2. Pasien dengan Sjögren akan memerlukan obat-obatan selama hidupnya untuk menekan gejala dari penyakit tersebut, termasuk air mata artifisial, gel, atau obat untuk mencegah mata kering serta obat lain yang bisa meningkatkan jumlah air ludah. 

Terapi lain yang bisa meringankan Sjögren dapat berasal dari diet. Diet pada Sjögren berfokus pada makanan seimbang yang kaya akan sayuran, protein, dan buah-buahan. Selain meningkatkan nutrisi dan protein, diet Sjögren juga bertujuan untuk menghindari makanan yang bisa menyebabkan inflamasi atau mencetuskan reaksi alergi. Beberapa makanan yang bisa berpotensi sebagai pencetus reaksi adalah: daging merah, makanan olahan, gorengan, produk susu, gula atau permen, alkohol, soda, gluten, serta gandum olahan (seperti beras putih, tepung terigu, roti tawar, sereal, biskuit, kreker). Namun makanan tersebut akan mempengaruhi setiap orang secara berbeda-beda. Meskipun makanan tersebut dapat memperburuk Sjögren, beberapa dapat dikonsumsi dalam jumlah tertentu, terutama produk susu seperti yogurt dan keju. Bila gejala Sjögren memberat setelah mengkonsumsi makanan tertentu, sebaiknya makanan tersebut dihilangkan dari diet sehari-hari3, 4, 5

Selain menghindari makanan yang bisa mencetus atau memperburuk Sjögren, pasien dapat meningkatkan makanan yang memiliki efek anti-inflamasi yang bisa mengurangi rasa kering oleh penyakit tersebut. Beberapa makanan yang bisa meringankan gejala Sjögren seperti: sayur hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, kunyit, jahe, bawang putih, ikan yang kaya akan omega-3, minyak zaitun, alpukat, serta gandum utuh (whole grain)3, 4, 5. Cara menyiapkan makanan pun juga bisa mempengaruhi gejala kering dari Sjögren. Sebagai contoh: menambahkan saus pada makanan dapat memudahkan menelan, makan makanan berupa sop dibanding makanan kering, minum air untuk membantu menelan, melembutkan makanan dengan kaldu, maupun memasak daging hingga matang agar menjadi lebih lembut. Banyak minum air juga membantu meringankan mulut kering. Mengemut permen karet (pastikan bebas gula) dapat menstimulasi terbentuknya ludah untuk menjaga agar mulut tetap lembab5.  

Salam sehat bermanfaat, 

Wilbert Santoso, S. Ked; Rashmeeta, S. Ked 

Dr. Dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI 

Referensi 

  1. Nair JJ, Singh TP. Sjogren’s syndrome: Review of the aetiology, Pathophysiology & Potential therapeutic interventions. J Clin Exp Dent. 2017;9(4):e584-e589. 
  1. Maciel G, Crowson CS, Matteson EL, Cornec D. Prevalence of Primary Sjögren’s Syndrome in a US Population-Based Cohort. Arthritis Care Res (Hoboken). 2017;69(10):1612-1616.  
  1. Nesvold MB, Jensen JL, Hove LH, et al. Dietary Intake, Body Composition, and Oral Health Parameters among Female Patients with Primary Sjögren’s Syndrome. Nutrients. 2018;10(7):866.  
  1. The Sjögren’s Syndrome Diet: Beneficial Foods to Eat [Internet]. Healthline. 2018. Available from: https://www.healthline.com/health/sjogrens-syndrome-diet  
  1. Castrejón CY, Granados O, Cruz I, Ruiz N, Manjarrez I, Lima G, Hernández DF, Astudillo M, Llorente L, Hernández G. Omega-3 and omega-6 fatty acids in primary Sjögren’s syndrome: clinical meaning and association with inflammation. Clin Exp Rheumatol. 2020 Jul-Aug;38 Suppl 126(4):34-39.  
  1. Carsons S, Patel B. Sjogren Syndrome [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2020. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431049/