Konjungtivitis alergi merupakan radang pada konjungtiva akibat reaksi alergi hipersensitifitas cepat terhadap alergen di lingkungan. Rasa gatal, mata merah, mata berair, dan pembengkakan kelopak mata adalah keluhan yang sering dialami pasien.1 Gejala-gejala tersebut dapat sangat mengganggu kehidupan penderita karena dapat menurunkan produktivitas saat bekerja maupun sekolah.

Tujuan dari tatalaksana konjungtivitis alergi adalah untuk meredakan inflamasi dan meringankan gejala.2 Tatalaksana yang paling utama untuk pasien dengan konjungtivitis alergi adalah menghindari alergen, penggunaan air mata buatan, kompres dingin, dimana hal-hal ini dapat memberikan perbaikan yang signifikan tanpa perlu adanya penggunaan obat-obatan tertentu.3

Air mata buatan merupakan cairan yang dibuat agar menyerupai air mata asli. Kandungan dari cairan ini terdiri atas campuran dari bermacam-macam zat. Terdapat zat pelumas yang menjaga kelembapan mata, elektrolit seperti natrium dan kalium yang menyembuhkan permukaan mata, guar gum, dan pengawet agar tidak terdapat bakteri di dalam botol cairan.4

Air mata buatan memberikan fungsi penghalang dan membantu meningkatkan pertahanan lini pertama secara mekanik pada lapisan mukosa konjungtiva. Air mata buatan ini membantu mengencerkan berbagai alergen dan mediator inflamasi yang mungkin ada di permukaan mata, dan membantu membersihkan permukaan mata dari alergen-alergen ini. Akibatnya, kontak antara alergen dengan permukaan mata dapat diminimalisasi. Beberapa air mata buatan yang mengandung kombinasi antara cairan saline dan cairan pembasah meringankan keluhan dengan cara memberi lubrikasi pada permukaan mata.4,5,7

Selain itu, penggunaan air mata buatan dapat memberikan perbaikan sementara pada iritasi mata dan gejala penglihatan kabur, sensitivitas kontras visual, permukaan kornea yang rata, dan mata merah.6 Kandungan air mata buatan yang terbaru terdiri atas emulsi antara air dan lipid. Keuntungan dari air mata buatan emulsi adalah karena kandungan lipid nya yang dapat membantu mencegah terjadi penguapan air mata.5

Apabila penggunaan air mata buatan ini tidak memberikan perbaikan gejala yang memadai, perawatan farmakologis dapat diterapkan secara topikal atau diberikan secara sistemik untuk mengurangi respons alergi.4

Salam sehat bermanfaat,

Baby Tania, S. Ked; Rashmeeta, S. Ked

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi:

  1. Yanoff M, Duker J. Ophthalmology. Elsevier Health Sciences; 2018.
  2. Carr W, Schaeffer J, Donnenfeld E. Treating allergic conjunctivitis: A once-daily medication that provides 24-hour symptom relief. Allergy & Rhinology. 2016;7(2):107-114.
  3. Gulati S, Jain S. Ocular Pharmacology of Tear Film, Dry Eye, and Allergic Conjunctivitis. Handbook of Experimental Pharmacology. 2016;:97-118.
  4. Kozarsky A. Do You Use the Right Eye Drops for Your Dry Eyes? [Internet]. WebMD. 2019
  5. Bielory L, Delgado L, Katelaris C, Leonardi A, Rosario N, Vichyanoud P. ICON. Annals of Allergy, Asthma & Immunology. 2020;124(2):118-134.
  6. La Rosa M, Lionetti E, Reibaldi M, Russo A, Longo A, Leonardi S et al. Allergic conjunctivitis: a comprehensive review of the literature. Italian Journal of Pediatrics. 2013;39(1):18.
  7. Pflugfelder S, Nettune G. Treatment of Dry Eye Disease. Ocular Surface Disease: Cornea, Conjunctiva and Tear Film. 2013;:85-90.