Fibromyalgia merupakan sebuah sindrom kronis yang ditandai dengan nyeri otot dan sendi yang menyebar luas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelelahan, kesulitan untuk tidur, gangguan kognitif, ansietas, dan depresi. Nyeri otot yang dirasakan memiliki intensitas yang bervariasi, dan terkadang dapat dideskripsikan sebagai nyeri yang disertai dengan sensasi terbakar atau kaku. Temuan signifikan yang biasanya ditemukan pada pasien dengan fibromyalgia adalah rasa sensitivitas yang berlebihan terhadap nyeri, seperti tekanan atau panas dan sensasi nyeri terhadap stimulus yang tidak menyebabkan nyeri, seperti sentuhan. Rasa nyeri yang dirasakan pada umumnya diperburuk oleh cuaca dingin dan lembab, kurang tidur, stres fisik dan mental.1  

Hampir semua pasien dengan fibromyalgia akan mengeluhkan rasa lemas, seperti tidur yang tidak menyegarkan, sering terbangun pada malam hari dan kesulitan untuk tertidur kembali. Beberapa keluhan seperti kehilangan memori jangka pendek, kesulitan merangkai kata-kata dan kosakata yang buruk juga sering ditemukan. Gangguan suasana hati, termasuk depresi dan kecemasan juga sering terjadi. Kondisi lain yang sering menyertai adalah adanya gejala alergi, mata kering, rasa berdebar, sesak napas, nyeri haid, keringat malam, kenaikan berat badan, dan lain sebagainya. 

Fibromyalgia dapat terjadi pada siapa saja, tidak terikat pada usia tertentu walaupun kebanyakan pasien yang terdiagnosis fibromyalgia berada dalam usia pertengahan dan dengan semakin bertambahnya usia, maka kecenderungan untuk mengalami fibromyalgia semakin tinggi. Faktor risiko dari fibromyalgia adalah pasien yang memiliki riwayat penyakit autoimun seperti lupus atau artritis rematik, berjenis kelamin wanita, memiliki riwayat stres atau trauma, riwayat pada keluarga, dan obesitas.2 

Fibromyalgia dapat ditangani secara efektif dengan obat-obatan maupun dengan strategi manajemen diri. Obat-obatan yang pada umumnya diberikan oleh dokter adalah anti-depresan, anti-kejang, pelemas otot, obat sedasi, dan obat anti-nyeri.1 Selain dengan terapi pengobatan, pasien juga dapat melakukan terapi tanpa obat-obatan. Terapi tersebut dapat berupa senam aerobik dan latihan kekuatan otot, melatih manajemen stres seperti melakukan meditasi, yoga dan pijat. Pasien juga bisa merubah kebiasaan tidur sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Untuk menangani kondisi stres atau depresi, bisa dilakukan terapi perilaku kognitif dimana akan dilakukan terapi bicara dengan terapis, hal ini dimaksudkan untuk mengubah cara seseorang dalam bertindak dan berpikir.2 

Seseorang dengan fibromyalgia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Terdapat beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan. Pertama, beraktivitas secara aktif atau melakukan olahraga ringan. Para ahli merekomendasikan bagi para dewasa untuk beraktivitas fisik secara aktif selama 150 menit per minggu. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah seperti berjalan, berenang, atau bersepeda selama 30 menit per hari selama 5 hari dalam seminggu. Beraktivitas fisik dapat mengurangi stress yang akan meningkatkan sensitivitas nyeri dan mengganggu tidur. Sebagai hasilnya, pasien akan lebih jarang merasakan nyeri, lalu kualitas serta durasi tidur akan membaik sehingga pada keesokan harinya rasa lelah pasien akan jauh lebih berkurang. 2,3,4   

Kedua, mengikuti program aktivitas fisik yang bisa mengurangi keluhan. Contoh untuk tips kedua ini adalah mengikuti kelas atau kegiatan yang berada di lingkungan sekitar seperti taman atau di pusat komunitas sekitar. Kelas atau acara yang bisa diikuti adalah seperti yoga, senam aerobik, fitness, taichi, pijat, akupuntur dan lainnya.2,3,4 

Ketiga, mengikuti kelas pendidikan manajemen diri atau terapi perilaku dan kognitif. Kelas atau konseling ini mengajarkan untuk menjadi lebih percaya diri dalam mengendalikan gejala, cara menjalani hidup dengan baik, dan mempelajari bagaimana kondisi fibromyalgia mempengaruhi kualitas hidup mereka dan cara penanganannya.2,3,4  

Keempat, mengubah dan memperbaiki pola tidur. Pada malam hari, sebelum tidur pastikan ruangan dan lingkungan sekitar cocok untuk mendukung tidur. Kemudian, menghindari konsumsi kopi pada malam hari dan tidak menonton televisi atau bermain ponsel saat berada di atas ranjang merupakan cara yang juga bisa dilakukan.4,5 

Kelima, catat seluruh hasil dan kemajuan yang dilakukan, kemudian tentukanlah pencapaian apa saja yang harus dicapai melalui tatalaksana yang dilakukan. Dengan ini, individu dengan fibromyalgia akan memahami batasan dari tatalaksana yang sedang dijalani terhadap kondisinya saat ini, mengetahui bahwa terapi yang sedang dilakukan akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi keluhan nyeri yang dirasakan. Hal yang paling penting adalah mengetahui dan memahami perjalanan terapi yang sedang dijalankan saat ini terhadap kondisinya.4 

Diskusi lanjut dengan Dokter Imun

Jadwal konsultasi praktek Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI dapat dilihat pada link ini. Untuk informasi lebih lanjut, bisa komentar dan bertanya di kolom diskusi dibawah ini, atau isi form kontak untuk berdiskusi via email kepada Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI secara langsung. Follow akun twitter saya di @dokterimun_id, Instagram di @dokterimun.id atau facebook page di Dokter Imun untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi tentang masalah autoimun, alergi, asma, HIV-AIDS dan vaksinasi dewasa. Jangan lupa juga dengarkan podcast Bina Imun untuk mendengarkan rekaman terkini membahas mengenai imunitas, bisa didengarkan di Spotify, Apple Podcast dan Google Podcast.

Salam sehat bermanfaat, 

Clairine Chrestella Viliecha, S. Ked; Rashmeeta, S. Ked 

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI 

Referensi 

  1. Kaltsas G, Tsiveriotis K. Fibromyalgia. Endotext [Internet]. South Dartmouth (MA): MDText.com, Inc. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279092/ 
  1. Fibromyalgia. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. 
  1. Maffei ME. Fibromyalgia: Recent Advances in Diagnosis, Classification, Pharmacotherapy and Alternative Remedies. Int J Mol Sci. 2020;21(21):7877. 
  1. Arnold LM, Gebke KB, Choy EHS. Fibromyalgia: Management Strategies for Primary Care Providers. Int J Clin Pract. 2016;70(2):99-112. 
  1. Bhargava J, Hurley JA. Fibromyalgia. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2020.