Konjungtivitis alergi merupakan proses inflamasi akibat paparan konjungtiva terhadap alergi yang dapat timbul akibat reaksi abnormal tubuh yang dihasilkan dari antibodi tubuh. 1 Konjungtivitis alergi merupakan salah satu tipe dari alergi yang sering dikeluhkan dengan keluhan yatu mata merah, rasa gatal pada merah, terdapat pus dari mata (belek), sensasi seperti terdapat benda asing, mata yang terasa panas maupun bisa membuat kelopak mata bengkak. Penyakit ini merupakan penyakit umum yang sering kita temui di praktek sehari – hari, sekitar 30 – 40% dari populasi dunia pernah mengalami konjungtivitis alergi.2

Reaksi alergi yang dapat ditimbulkan akibat aktivasi sel-sel imun dalam tubuh yaitu dalam seperti antibodi dalam tubuh kita yang akan memproduksi sel – sel yang mengaktifkan reaksi alergi seperti konjungtivitas alergi 3

Pada kasus konjungtivitis alergi, terdapat sel yang akan ikut berperan mendorong keluarnya antibodi dalam tubuh kita yang dapat memicu alergi ke konjungtiva. Komplikasi dari alergi konjungtivitis dapat berupa mata kering, luka pada kornea, maupun infeksi. Berbagai faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya konjungtivitis alergi. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk melakukan skin prick test untuk mengetahui faktor spesifik yang dapat meningkatkan reaksi alergi pada tubuh. 3

Pada artikel ini kita akan membahas suplemen-suplemen yang harus dihindari bagi penderita konjungtivitis alergi untuk membantu anda memilih suplemen yang tepat:

1. Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan vitamin yang penting bagi tubuh kita untuk membentuk sel darah merah dan DNA. Selain itu vitamin B12 juga berguna dalam perkembangan sel – sel dalam otak, menghasilkan energi, maupun mengoptimalkan fungsi saraf. Para dokter umumnya menyarankan vitamin B12 kepada individu yang menjalani program makan vegetarian, pada individu yang kekurangan vitamin 12, maupun lainnya. Vitamin B12 juga didapati pada berbagai macam makanan seperti pada ikan sarden, ikan tuna, kerang, kepiting, daging sapi, susu sapi, ikan trout, jeroan, telur, maupun yogurt.

Namun, pada penderita konjungtivitis alergi, salah satu suplemen yang harus dihindari merupakan vitamin B12. Secara teori, vitamin B12 dapat meningkatkan kadar histamine dan meningkatkan risiko alergi akibat molekul kobalt yang sangat kompleks yang terkandung pada vitamin B12. Meskipun sangat jarang terdapat populasi individu yang alergi terhadap kobalt, kompleks imun dari kobalt dapat memicu peningkatan reaksi alergi pada individu dapat terjadi.4

2. Vitamin B3

Vitamin B3 atau dengan nama lain Niacin, merupakan salah satu suplemen yang dikonsumsi pada orang dengan kekurangan vitamin B3 dalam tubuh. Fungsi dari niacin yaitu menjaga sel saraf, sel pada kulit, menurunkan kadar kolestrol, serta memperlancar sistem pencernaan. Vitamin B3 terdapat pada makanan kita sehari – hari, yaitu beras bewarna coklat, susu, telur, ikan, kacang – kacangan, ragi, sayuran hijau, roti gandum, produk hati dari binatang, buah alpukat, daging tanpa lemak, maupun ubi.

Namun, vitamin b3 merupakan salah satu suplemen yang harus dihindari pada kasus konjungtivitis alergi. Niacin merupakan supplemen yang berguna dalam tata laksana pengelolaan dan pengobatan untuk penyakit pellagra, hiperlipidemia dan untuk menurunkan resiko dari infark miokard yang bersifat non-fatal. Vitamin B3 terdiri atas berbagai bentuk, yaitu niacinamide, niacin, dan inositol hexaniacinate. Efek suplemen Niacin dapat memicu reaksi alergi karena dapat meningkatkan pengeluaran dari histamin. Niacin paling sering menyebabkan gatal, sensasi terbakar, maupun pembengkakan pada bagian mata.5

Diskusi lanjut dengan Dokter Imun

Jadwal konsultasi praktek Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI dapat dilihat pada link ini. Untuk informasi lebih lanjut, bisa komentar dan bertanya di kolom diskusi dibawah ini, atau isi form kontak untuk berdiskusi via email kepada Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI secara langsung. Follow akun twitter saya di @dokterimun_id, Instagram di @dokterimun.id atau facebook page di Dokter Imun untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi tentang masalah autoimun, alergi, asma, HIV-AIDS dan vaksinasi dewasa. Jangan lupa juga dengarkan podcast Bina Imun untuk mendengarkan rekaman terkini membahas mengenai imunitas, bisa didengarkan di Spotify, Apple Podcast dan Google Podcast.

Salam sehat bermanfaat,

Alexa Ovilia Tan, S.Ked; Lourdes Joanna Kusumadi, S.Ked; dr. Rashmeeta

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi :

1.        Allergic Conjunctivitis – EyeWiki [Internet].

2.        Baab S, Le PH, Kinzer EE. Allergic Conjunctivitis. StatPearls [Internet]. 2022 Mar 9;

3.        Hirakata T, Lee HC, Ohba M, Saeki K, Okuno T, Murakami A, et al. Dietary ω-3 fatty acids alter the lipid mediator profile and alleviate allergic conjunctivitis without modulating Th2 immune responses. FASEB J [Internet]. 2019 Mar 1;33(3):3392.

4.        Kartal O, Gulec M, Demirel F, Yesillik S, Caliskaner Z, Sener O. Vitamin B12 allergy and successful desensitisation with cyanocobalamin: A case report. Allergol Immunopathol (Madr) [Internet]. 2012 Sep 1;40(5):324–5.

5.        Djadjo S, Bajaj T. Niacin. StatPearls [Internet]. 2019 May 15

6.        Dostmann L. 3 controversial amino acids in Histamine Intolerance and MCAS [Internet]. 2022. Available from: https://www.immunoloco.com/en/3-controversial-amino-acids-histamine-intolerance-mcas/

7.        Atopic disease and N-acetylcysteine Gheshlaghi et al.