Konjungtivitis alergi merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh respons mata terhadap benda asing. Proses tersebut menyebabkan adanya peradangan pada konjungtiva (selaput transparan yang terletak antara kelopak mata dan bagian putih mata). Manifestasinya seringkali bersifat bilateral (dua sisi) dan mencakup gejala gatal, perih, kemerahan, pembengkakan, dan produksi air mata yang berlebih. Penyakit tersebut cukup umum, dimana 10-20% dari populasi di dunia mengalami gejala yang bersangkutan.1

Berbeda dengan jenis konjungtivitis yang lain, konjungitivitis alergi tidak menular karena tidak disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Penderita penyakit ini biasanya memiliki riwayat alergi lain yang mencetuskan gejala pada organ lain seperti hidung. Reaksi alergi ini dapat dipicu oleh alergen seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, suhu yang dingin, dsb. Maka dari itu penderita konjungtivitis alergi harus diedukasi agar menghindari pencetus-pencetus alergen tersebut agar gejalanya tidak timbul.2

Obat herbal adalah obat yang bahan aktifnya terbuat dari bagian tumbuhan, seperti daun, akar, atau bunga. Tetapi menjadi “alami” tidak berarti aman untuk dikonsumsi. Sama seperti obat konvensional, obat herbal akan memberikan efek bagi tubuh dan memiliki potensi untuk menjadi berbahaya jika tidak digunakkan dengan benar. Oleh karena itu, mereka harus digunakan dengan perhatian yang lebih.3

Masalah yang dapat dicetuskan oleh pengobatan herbal adalah; penngurangan atau peningkatan efek obat, termasuk potensi efek samping yang bisa mencetuskan reaksi fatal. Tidak semua obat herbal dapat diatur dosisnya, dan sayangnya untuk membeli obat-obatan tersebut tidak dibutuhkan resep. Bukti efektivitas obat-obatan herbal secara umum juga masih sangat terbatas. Meskipun beberapa pihak menganggapnya bermanfaat, dalam beberapa kasus penggunaannya cenderung didasarkan pada pengetahuan turun temurun daripada penelitian ilmiah.3

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, banyak segali bahan-bahan di obat herbal yang memiliki efek samping pada organ mata. Efek samping tersebut dapat mencetuskan terjadinya konjungtivitis alergi sehingga harus dihindari. Terdapat 263 kasus spontan yang dilaporkan dari data WHO (World Health’s Organization) kepada The National Registry of Drug-Induced Ocular Side Effects mengeai kasus pengobatan herbal yang mencetuskan terjadinya gejala konjungtivitis. Antara lain zat yang dilaporkan adalah Canthazanthine chamomile yang ada di bunga bunga kamomil; Echinacea purpurea yang berasal dari bunga coneflower; Ginkgo biloba; Glycyrrhizia glabra yang ditemukan pada licorice. Beberapa dari produk tersebut seringkali digunakkan dalam mengatasi konjungtivitis alergi tanpa pengetahuan tentang efek samping yang dapat dicetuskan.4,5

Banyak sekali obat-obatan “herbal” yang belum diketahui manfaatnya hingga sekarang. Maka dari itu penggunaan produk herbal terutama yang beluk diketahui efikasinya harus dihindari.

Diskusi lanjut dengan Dokter Imun

Jadwal konsultasi praktek Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI dapat dilihat pada link ini. Untuk informasi lebih lanjut, bisa komentar dan bertanya di kolom diskusi dibawah ini, atau isi form kontak untuk berdiskusi via email kepada Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI secara langsung. Follow akun twitter saya di @dokterimun_id, Instagram di @dokterimun.id atau facebook page di Dokter Imun untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi tentang masalah autoimun, alergi, asma, HIV-AIDS dan vaksinasi dewasa. Jangan lupa juga dengarkan podcast Bina Imun untuk mendengarkan rekaman terkini membahas mengenai imunitas, bisa didengarkan di Spotify, Apple Podcast dan Google Podcast.

Salam sehat bermanfaat,

Sabrina Aswani, S.Ked; dr. Rashmeeta

Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI

Referensi

  1. Villegas BV, Benitez-del-Castillo JM. Current Knowledge in Allergic Conjunctivitis. Turkish J Ophthalmology. 2021 Feb 25;51(1):45–54.
  2. Turbert BD. What Are Eye Allergies ? . American Academy of Ophthalmology. 2022.p. 1–5.
  3. Pirmohamed M. Herbal medicines. Vol. 79, Postgraduate Medical Journal. 2018 p. 489.
  4. Fraunfelder FW. Ocular side effects from herbal medicines and nutritional supplements. Am J Ophthalmology. 2004 Oct;138(4):639–47.
  5. Fraunfelder FT, Fraunfelder FW, Chambers WA, editors. Clinical Ocular Toxicology. Elsevier; 2008.